Wednesday, September 2, 2009
Pawai Agustusan
Ada pengumuman dari sekolah menjelang 17 agustus waktu itu, temen2 kecil disuruh pakai baju daerah atau profesi. Nah yg baju profesi ini saya telat tahunya. Tapi gapapa sih udah pilih baju daerah muter2 komplek. Tanya temen yg udah biasa sewa baju buat anaknya. Eh ternyata deket aja tempat persewaannya.
Alhamdulillah dapet baju Bodo (dari Sulawesi Selatan ya)
Semangaddd banget dia. Katanya 'Gak papa kok baju sulawesi .. bukan baju madura'... hehe
Soalnya dari kapan itu Mbah Maduranya selalu bilang kalok nanti pake baju daerah pake baju madura. Deuuhhh .. mana ada di sini sewain baju madura. Belum penggel dan gelang2an imitasinya yang segede gaban. Susah dicari di sini :)
Posted by dianekawhy at 10:37 AM 0 comments Links to this post
Seputaran Dapur
Masih seputaran dapur.
Waduh maap nih, lagi puasa malah mosting makanan. Blog kan juga tempat dokumentasi gitu *lebayy
Mohon ma(ng)ap yaa :p .. *piss
Posted by dianekawhy at 10:30 AM 0 comments Links to this post
Labels: masak
Tuesday, August 25, 2009
Sekelebat tayangan itu
Seperti biasa sore itu di dalam omprengan yang kami naiki penuh sesak oleh para penumpang seperti kami kaum pinggiran ibukota yang mengais rejeki di pusat kota metropolitan ini. Suasana Ramadhan serasa mendorong kami untuk cepat2 pulang dan sampai di rumah sehingga dapat menikmati buka puasa bersama keluarga. Hari itu, kemarin, hari ke-3 puasa setelah 2 hari pertama kami melewatinya di rumah bersamaan dengan wiken.
Hari itu perasaan saya senang karena membawa ASI perah 300 cc. Hasil yang tidak berbeda jauh dibandingkan dengan hari2 tanpa shaum. 300 cc untuk Rafidku esok hari. Semoga dengan ASI ini dia tumbuh sehat dan kuat.
Tapi tiba2 hati ini pilu mengingat kejadian 2 hari sebelumnya. 2 Hari pertama Ramadhan. Ada sebongkah besar rasa sesal di dalam dada. Selama 2 hari pertama Ramadhan tersebut Rafid nggak berhenti nenen di rumah. Padahal hari2 pertama tersebut masa adaptasi kita (Saya) berpuasa. Tahun lalu alhamdulillah Allah memberi kesempatan saya masih bisa berpuasa sambil menyusui, mengingat stok ASI masih banyak dan Rafid masih 7 bulan. Tahun inipun saya mencoba untuk tetap shaum dan menyusui. Kembali ke peristiwa wiken tersebut, Rafid selalu minta nenen terus. Nempeel terus. Tidak bisa lihat ibunya nganggur atau dirinya nganggur. Pasti minta enen. Sampai belasan kali. Ada rasa berat dan takut pada diri saya. Takut lemes kalau Rafid nenen terus. Jadi kadang saya larang dia sering2 nenen. Sampai saya sempat sembunyi2 supaya nggak kelihatan dia :(
Berhubung Rafid sudah makan segala macam, masih bisa dibujuk dengan camilan atau apa saja. Memang sampai dengan umur hampir 19 bulan ini, Rafid masih full ASI. No sufor atau susu lain. Dan saya bersyukur untuk itu.
Dan sore kemarin itu di omprengan diantara bayangan penuh sesal, tiba2 berkelebat sebuah gambar dari tayangan TV yang pernah saya lihat entah berapa tahun sebelumnya. Berita itu menceritakan tentang kelaparan yang dialami sebuah keluarga (atau mungkin penduduk) di suatu daerah di NTT. Masih terbayang jelas di benak saya, seorang ibu yang terlihat sangat lemah sedang berbaring di lantai rumah kayunya. Sorot mata ibu itu lemah dan cekung. Disampingnya terbaring juga seorang bayi yang sedang menyusu padanya. Ya Allah, hati saya teriris2. Dalam keadaan lemah... menyanggah badannya saja tak sanggup, namun ibu itu ikhlas menyusui bayinya. Tercekat kerongkongan ini. Mata saya nanar menahan tangis dengan segala rasa sesal yang membuncah dada. Sunggu piciknya saya. Ibu itu dalam keadaan lemah karena kelaparan namun tetap menyusui bayinya, saya hanya karena takut lemas bahkan karena puasa yang saya lakukan dengan niat ibadah kepadaNya yang punya kehidupan ini .. ada perasaan berat menyusui bayi saya. Astaghfirullaah .... astaghfirullaah. Ampunilah ya Rabb atas kepicikan hambaMu ini. Sekelebat tayangan itu yang tiba2 hadir dalam benak saya, saya percaya itu peringatan dari Allah atas kepicikan saya. Dengan menahan air mata yang hampir tumpah, terbayang wajah Rafidku yang begitu menenangkan hati ketika nenen. Damai ...
Maafkan Ibu ya Nak ...
Tidak sabar rasanya saya menceritakan hal ini kepada Mas yang sedari tadi duduk di samping saya. Orang yang selama ini paling mendukung saya memberikan full ASI kepada Rafid. Sampai tiba akhirnya di atas motor dalam perjalan pulang, dengan berderai air mata, saya ceritakan apa yang telah saya alami tadi. Mas menyambutnya dengan senyum dengan sekelumit perkataannya yang sudah beberapa kali saya dengar : Ikhlaslah .. insyaAllah pahalanya besar. Amiiin.
Terimakasih Ya Allah atas teguranMu.. Tak ada perasaan berat ataupun ragu, karena hanya Engkaulah yang berkehendak memberikan segala kekuatan, nikmat dan rezeki, dimana tidak pernah bisa kita manusia yang lemah ini bisa mengkalkulasinya. Karena Enkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiba2 hati ini menjadi tentram ...
Posted by dianekawhy at 6:49 AM 1 comments Links to this post
Friday, August 21, 2009
Marhaban Yaa Ramadhan Mubarok
Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan ini,
Kami sekeluarga dengan segala kerendahan hati memohon dibukakan pintu maaf yang selebar2nya untuk kami. Sudah pasti sebagai manuasia tidak luput dari berbagai kesalahan dan alpa. Mohon sekali lagi dimaafkan.
Semoga dalam menjalani Ramadhan kali ini, kita semua dan keluarga diaberikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan. Dan semoga Ramadhan ini jauh lebih baik dari Ramadhan lalu. Amiin
Posted by dianekawhy at 6:45 AM 0 comments Links to this post
Labels: moment
Friday, August 14, 2009
Abis ngosh ngosh
Pagi tadi iseng2 uji stamina *halah lebayyy
Itu lho .. ada lomba lintas tangga di kantor dalam rangka tujuh belasan.
Isengan ikut .. padahal pemanasannya cuma saiprit.
Walhasil ...
Gempor ? ya sudah pasti laaaahhhh. Lantai 1 s/d 7 sih masih bisa setengah lari. Coba giliran lantai 8 ke atas ... udah teklak tekluk .. xixixixi
Lihatlah tampangnya. Letoy banget gitu :p
updated : bahwa setelah deg2an nunggu pengumuman .. dapet juara 3 euuyy ... Alhamdulillah
Lumayan lah ... linu2 bisa terobat .. hahaha
Posted by dianekawhy at 3:23 PM 2 comments Links to this post
Labels: iseng







